
Cerpen Hafi ZhaPagi.Udara dingin menusuk tulang. Kabut masih menutup jalan. Linda masih kelihatan mengantuk, wajahnya kusut dengan rambut panjangnya yang acak-acakan. Matanya setengah terpejam ketika seorang laki-laki separuh baya duduk di sampingnya.”Permisi, Nak.””Oh, monggo[1]...
